Prabowo perintahkan seluruh upaya tanggap bencana Sumatera secara nasional

prabowo

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya nasional untuk mempercepat tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Perintah Presiden adalah agar seluruh sumber daya nasional dikerahkan pada masa tanggap darurat ini untuk meringankan beban masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi dasar mobilisasi besar-besaran lintas kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat terdampak dengan cepat dan tepat.

Pratikno menambahkan bahwa kementerian dan lembaga terkait sudah berada di lapangan untuk mempercepat pemulihan listrik, membuka kembali jalur darat, dan mendistribusikan logistik melalui udara dan laut.

Upaya ini dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri, yang telah membantu masyarakat sejak hari pertama bencana.

“Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kementerian dan lembaga bekerja semaksimal mungkin untuk mengerahkan sumber daya yang tersedia guna membantu masyarakat, bersama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri, yang telah membantu sejak awal,” jelasnya.

Selain tanggap darurat, pemerintah juga telah mulai mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penyediaan hunian sementara dan permanen.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat pulih dengan cepat, kembali beraktivitas, dan lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Polri telah memperkuat operasi kemanusiaan dengan mengerahkan personel, pesawat, helikopter, kapal, dan fasilitas pendukung untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolasi.

Kolaborasi ini memastikan bantuan dapat disalurkan tepat waktu, terutama ke daerah-daerah yang aksesnya terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *